Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA menandatangani piagam Asosiasi Pendidikan Bethel.




Konferensi Theologia dan Pendidikan GBI (KTP-GBI) 2009 adalah konferensi berskala nasional pertama di lingkungan GBI yang mengangkat tema pendidikan dan theologia yang diselenggarakan oleh Departemen Theologia dan Pendidikan GBI.

Konferensi dilaksanakan pada hari Senin-Rabu, 25-27 Mei 2009 di Kampus Institut Teknologi Harapan Bangsa, Jl. Dipatiukur 80-84 Bandung.

Peserta KTP-GBI 2009 mencapai 215 orang yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia (Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara Timur) dan yang terdiri dari pemilik sekolah, pendidik, pemerhati, dan anggota jemaat GBI yang memiliki beban dan hati untuk melayani lewat pendidikan baik pendidikan umum formal (TK sampai dengan Perguruan Tinggi), non-formal maupun pendidikan Theologia.

Pada tanggal 7 Juni 2009, Ketua Departemen Theologia dan Pendidikan GBI merangkap Ketua Asosiasi Pendidikan Bethel (APB), Bpk. Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MA disertai oleh panitia KTP GBI dan pengurus inti APB bertemu dengan Ketua BPH Sinode Gereja Bethel Indonesia, Bpk. Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA. Beliau memberikan dukungan atas terbentuknya APB dengan turut menandatangani Piagam Pembentukan APB. Piagam tersebut ditempatkan di Gedung Wisma Bethel di Jakarta.

Adapun hasil-hasil utama dari Konferensi Theologia dan Pendidikan GBI 2009 adalah sebagai berikut:

  1. Sepakat untuk membentuk Asosiasi Pendidikan Bethel (APB) dan ketua dari APB adalah Ketua Departemen Theologia dan Pendidikan yang menjabat pada periode waktu tersebut.
  2. Merekomendasikan kepada BPH dan MPL agar APB tetap ada walaupun Ketua Departemen Theologia dan Pendidikan atau bahkan Ketua Umum BPH Sinode itu berganti.
  3. Merekomendasikan agar Bethel Empowering Center (BEC) berada di bawah koordinasi Departemen Theologia dan Pendidikan supaya lebih baik lagi dalam pelaksanaan dan kordinasi yang telah dilakukan.
  4. Sepakat bahwa APB akan dibagi dalam dua bidang yang disebut sebagai Direktur, yaitu Direktur Pendidikan Theologia yang dijabat oleh Dr.Gernaida, dan Direktur Pendidikan Umum  dijabat oleh Ir.Samuel Tarigan, MBA
  5. Departemen Theologia dan Pendidikan akan melakukan standarisasi bagi pembinaan pejabat GBI yaitu untuk tingkat Pendeta Pembantu, Pendeta Muda, dan Pendeta Penuh.

 

1. Kesimpulan dan Rekomendasi Bidang Pendidikan Theologia

  1. Prinsip atau output dari Perguruan Tinggi Theologia (PTT) adalah Kristocentris, mengandalkan Roh Kudus, dan terdidik secara integratif.
  2. APB akan menyusun dan menyebarkan buku acuan prinsip -  prinsip pendidikan theologia termasuk di dalamnya metode pendidikan dan pengelolaannya.
  3. Acuan kurikulum pendidikan theologia mayoritas di bawah Departemen Agama terdiri dari 80 SKS kurikulum inti dari pemerintah, 40 SKS kurikulum yang disepakati GBI dan 40 SKS kurikulum lokal. APB akan membuat surat pedoman kurikulum dilengkapi dengan buku ajar dan VCD.
  4. Dalam hal akreditasi BAN-PT, STT yang sudah menyiapkan EPSBED akan didorong untuk diakreditasi oleh BAN-PT. Sedangkan STT yang sedang mempersiapkannya akan mengurus ijin operasional ke Departemen Agama.
  5. Perlu ada standarisasi pembinaan pejabat di GBI. Oleh karena itu APB akan siapkan pedoman pembinaan untuk Pdt, Pdm, dan Pdt.
  6. Rumusan Program APB Bidang Pendidikan Theologia:
    1. Inventarisasi pengurus sekolah di lingkungan GBI.
    2. APB akan membentu tim akreditasi internal untuk melakukan akreditasi internal STT di lingkungan GBI.
    3. SPB akan mengadakan program sertifikasi dosen di lingkungan STT GBI.
    4. APB akan mengadakan semiloka khusus sekolah – sekolah theologia.
    5. APB akan membuat studi institut theologia yang diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa STT.
    6. APB akan mengadakan Konferensi Departemen Theologia yang bersinergi dengan Departemen Pendidikan Umum.
    7. APB akan memfasilitasi scholarship dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di GBI.
    8. APB akan menerbitkan jurnal ilmiah dan menerjemahkan buku – buku theologia.
  7. Organisasi Departemen Pendidikan Theologia :
    1. Sekretaris Pendidikan Theologia   : Bapak Edi Soerjantoro, Th.D
    2. Bendahara   : Bapak Ariasa Supit
    3. Koordinator Sekolah - Sekolah
    4. Sistem Pengembangan Mutu   : Bapak Andreas Rusmanto, Th.D
    5. Media dengan Litbang   : Bapak Andreas Budi, M.Th

 

2. Kesimpulan dan Rekomendasi Bidang Pendidikan Umum

  1. GBI sangat dinantikan bangsa Indonesia untuk mulai melayani secara lebih serius melalui dunia pendidikan umum. Meskipun berkualitas, lembaga-lembaga pendidikan Kristen (TK-Perguruan Tinggi) yang ada saat ini jumlahnya masih terlalu sedikit (hanya 2% dari total), dan kebanyakan dari jumlah yang sedikit itupun sudah kehilangan misi Kerajaan Allah. Oleh karena itu pemimpn GBI perlu membuka lebih banyak sekolah dari tingkat TK-Perguruan Tinggi yang punya misi untuk mendidik para pemimpin masa depan yang kompeten, bermotivasi tinggi, dan menjadi terang di marketplace.
  2. Untuk itu GBI perlu membangun segera sekolah-sekolah umum baru, terutama diarahkan dulu untuk melengkapi gap dari sekolah-sekolah yang sudah ada di lingkungan GBI agar terintegrasi mulai dari TK sampai perguruan tinggi.
  3. Sementara itu, sekolah-sekolah umum yang sudah ada di lingkungan GBI dan menjadi anggota APB, baik dengan atau tanpa label Kristen, perlu benar-benar diarahkan agar mempraktekkan iman dan misinya secara nyata.
  4. Untuk melakukan hal di atas diperlukan kesadaran jemaat akan penting dan gentingnya pelayanan melalui pendidikan. Oleh karenanya:
    1. GBI harus membawa hasil KTP kepada Ketua Sinode, BPH dan mendorong Sinode GBI untuk memberi perhatian kepada dunia pendidikan umum.
    2. APB harus permanen tidak tergantung pada kepengurusan Sinode.
    3. APB harus mendorong para gembala agar memfasilitasi pertemuan antara pengusaha/donatur dan para pendidik di jemaat mereka masing-masing agar tercipta sekolah-sekolah bermutu di lingkungan GBI.
  5. Untuk memiliki lembaga pendidikan yang berkualitas, sekolah-sekolah dalam APB dan lingkungan GBI akan membutuhkan guru-guru yang tepat, yakni mereka yang kompeten dan terutama punya hati untuk setia pada misi melalui pelayanan tersebut. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh APB:
    1. Training untuk meningkatkan kemampuan sekolah guru-guru sekolah minggu menjadi guru-guru TK.
    2. Training kepada guru-guru sekolah-sekolah di lingkungan GBI (anggota APB) dalam rangka peningkatan kemampuan mengajar, reorientasi misi, serta pembaharuan paradigma tentang pendidikan.
    3. Dalam jangka panjang, membangun Sekolah Guru GBI yang punya pendidikan yang holistik, misalnya sekolah yang akan mengajarkan para guru untuk mengajar para muridnya untuk belajar secara mandiri, melengkapi mereka dengan soft skill yang baik, serta memampukan mereka untuk mengajar berbagai ilmu pengetahuan dengan tetap berpusat pada Alkitab.
  6. APB perlu menyusun beberapa panduan untuk kebutuhan sekolah-sekolah anggotanya :
    1. panduan pembukaan TK dan SD; dan juga
    2. panduan peningkatan mutu (mulai dari kualitas minimum yang akseptabel sampai mutu yang ideal bagi para anggotanya) – contohnya: kurikulum
  7. APB diperlukan untuk menjadi sarana komunikasi dan berbagi untuk sekolah-sekolah di lingkungan GBI yang saat ini masih berjuang secara sendiri-sendiri. Sarana tersebut dapat berwujud antara lain milis, website, atau newsletter dan lain sebagainya. Untuk itu :
    1. Setiap peserta KTP perlu membantu proses komunikasi tersebut dengan memberikan data yang akurat tentang contact details mereka, serta
    2. Peserta pun perlu membantu proses inventarisir sekolah-sekolah di lingkungan GBI dengan mendorong sekolah yang belum mengirimkan utusan dalam konferensi ini agar mendaftar menjadi anggota APB
    3. Sebagian peserta yang datang perlu menjadi kontak APB di daerahnya masing-masing.
  8. APB perlu berjejaring dengan asosiasi lain dan universitas dgn fakultas keguruan
  9. Organisasi Direktorat Pendidikan Umum (sementara) :
    1. Kesekretariatan dan keanggotaan : Bapak Basirun Sirait
    2. Peningkatan Mutu : Bpk. Wisnu Triokha
    3. Beasiswa dan Sinergi : Bpk. Roy Halim

Bagi anggota yang ingin mendapatkan informasi lengkap dari hasil konferensi di atas, silahkan mengirim email permintaan ke nurmi@ithb.ac.id