DEPARTEMEN THEOLOGIA DAN PENDIDIKAN
GEREJA BETHEL INDONESIA

Departemen Theologia dan Pendidikan (DTP) GBI adalah departemen yang dibentuk oleh Badan Pengurus Harian Sinode Gereja Bethel Indonesia untuk menangani masalah theologia (pengajaran) dan pendidikan theologia dan umum dalam lingkungan GBI di Indonesia dan luar negeri.


PENGURUS DTP GBI 2008 – 2012:

Ketua : Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham
Sekretaris : Pdt. Dr. Frans Pantan
Bendahara : Pdp. dr. Roy Halim & Ir. Ginny Miranti
Biro Theologia : Pdt. Dr. Gernaida Pakpahan
Biro Pendidikan (Umum) : Bp. Samuel Tarigan, MBA
Biro Pendidikan (Tingkat TK) : Pdt. Ir. Jarot Wijanarko
Diklat Pejabat : Pdt. Hengky So, S.Th
Sekretariat : Rini Rode, S.PAK


VISI:

  • Melihat GBI yang lebih baik melalui terciptanya pemahaman teologis yang benar di kalangan pejabat dan jemaatnya sesuai pengakuan iman GBI.
  • Melihat GBI yang lebih baik melalui terciptanya Sekolah Theologia dan Sekolah Umum yang unggul di lingkungan GBI di berbagai daerah yang saling bersinergi satu sama lain.

MISI:

  • Memberikan pendidikan dan latihan untuk para pejabat dan jemaat GBI khususnya di bidang theologia, termasuk pengajaran dasar GBI.
  • Mengkoordinasikan dan memajukan Sekolah Theologia dan Sekolah Umum di lingkungan Gereja Bethel Indonesia.

STRATEGI:

  • Meningkatkan pembinaan kepada pejabat (dan jemaat) GBI
  • Membenahi lembaga Pendidikan Teologi di lingkungan GBI.
  • Mendirikan dan mensinergikan lembaga Pendidikan Umum di lingkungan GBI

PROGRAM UTAMA

Strategi 1: Pembinaan (Diklat) Pejabat:

  1. Standarisasi diklat pejabat untuk semua BPD dan bahan baku yang digunakan untuk jenjang Pdp, Pdm, Pdt (buku Om Ho +).
  2. Presentasi di SMD GBI, bahas : Pengajaran Dasar GBI, isu teologis yang mengemuka, topik relevan (bahan BEC).
  3. Penerbitan buklet & seminar pembinaan, misalnya: Pengajaran Dasar GBI, Pandangan GBI terhadap Saksi Yehova, Nama Allah, dll.
  4. Pertemuan para teolog GBI untuk merumuskan penjabaran doktrin GBI, pedoman pelayanan pastoral, dll.

Strategi 2: Pembenahan Pendidikan Teologi :

  1. Inventarisasi data lengkap STPB / STT (jumlah mahasiswa, dosen, status di Depag, dll).
  2. Buat pedoman pendirian STT / STPB / SMTK di lingkungan GBI.
  3. Memiliki tim asesor “Penjaminan Mutu” APB untuk akreditasi internal GBI.
  4. Standarisasi kurikulum pokok (S1: 80 sks kurikulum inti Depag, 40 sks kurikulum GBI, 40 sks muatan lokal) -> bahan ajar kuliah (diktat, vcd) STT di lingkungan GBI.
  5. Menerbitkan jurnal ilmiah tahunan antar STT di lingkungan GBI: GNOSIS.
  6. Upgrading tenaga edukasi STT di lingkungan GBI: Studi lanjut kerjasama dengan ITKI Jakarta. Biaya disubsidi oleh BPH dan BPD.
  7. Seminari Bethel Petamburan jadi poros dan “bapa” bagi seluruh STT/STPB di bawah GBI à perlu ditopang lebih serius oleh BPH/BPD/GBI.

Strategi 3: Pendidikan Umum:

  1. APB menginventarisir sekolah umum di lingkungan GBI (TK, SD, SMP, SMA, PT) untuk pembenahan pengelolaan dan upgrading para gurunya (bekerjasama dengan sekolah unggulan yang telah maju).
  2. Memberikan pelatihan untuk pembukaan dan peningkatan TK di berbagai GBI di seluruh Indonesia (kerjasama dengan Happy Holy Kids).
  3. Melatih generasi muda GBI khususnya di bidang teknologi informasi (IT) untuk bisa bekerja dan membuka lembaga (kursus) sejenis di berbagai daerah dengan misi Kristen (kerjasama ITHB, dll).
  4. Pelatihan “Entrepreneurship” agar generasi muda GBI tidak hanya mencari pekerjaan, tapi menjadi wirausaha yang membuka lapangan kerja -> berupa “Training for trainers” yang kemudian dikembangkan di berbagai daerah di Indo (kerjasama dengan USB).
  5. Merintis pembangunan UBI (Universitas Bethel Indonesia):
    • Buat master plan: beberapa fakultas, mis: IT, Pendidikan, Ekonomi, Hukum, dll.
    • Cari lokasi di pinggiran Jakarta: 10 hektar.
    • GBI “besar” (gabungan beberapa GBI) bangun @ 1 fakultas à disinergikan. Penanganan oleh SDM profesional di bidangnya.
    • Bentuk tim perumus.
  6. Merintis sekolah unggul GBI (TK-SD-SMP-SMA):
    • Bangun 1 pusat di Jakarta. BPH panitia pengarah, pelaksanaan oleh para profesional di bidangnya.
    • Menyebar ke berbagai BPD: 10 sekolah unggul di tiap ibukota propinsi, 100 sekolah umum di ibukota kabupaten, 1000 sekolah “murah/gratis” di kecamatan. Misi Kristen & pembentukan karakter harus kuat!
    • Libatkan pengusaha untuk investasi.
    • Bentuk tim perumus u/ wujudkan “mimpi” ini.