Hadirilah Seminar “Membimbing Anak Menjadi Remaja Mandiri & Sukses”

Brosur-Seminar-Prodigy-v4
Asosiasi Pendidikan Bethel (APB) bekerja sama dengan Science Group dan Prodigy akan mengadakan seminar  “Membimbing Anak Menjadi Remaja Mandiri & Sukses”. Kami mengundang  Bapak/Ibu khususnya guru Sekolah Minggu, Guru Sekolah serta orangtua siswa kelas 6 SD s.d. kelas 3 SMA untuk dapat hadir dalam seminar tersebut, yang diselenggarakan pada :

 

Hari, tanggal : Jumat, 11 Juni 2010
Waktu : 13.00 – 15.00 WIB
Lokasi : Kampus Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB)
Jl. Dipatiukur No. 80 – 84, Bandung
Ruang Seminar, lt. 3
Pembicara : Darmana H. Setiady
Tiket : Rp. 25.000,- (anak dapat dibawa serta dan tidak dipungut biaya)

 

Beberapa materi yang akan dibahas oleh pembicara dalam seminar ini antara lain :

 

1.       Kunci sebuah kesuksesan dan kemandirian anak

2.       Tangga-tangga kesuksesan anak

3.       Membangun karakter Kristus pada diri anak

 

Untuk informasi selengkapnya dan info pendaftaran, hubungi Sekretariat APB dengan Sdri. Nurmi di 022-2506636, atau email: nurmi@ithb.ac.id.

 

Atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu untuk menghadiri acara ini, kami ucapkan terima kasih.

Tuhan Yesus Memberkati.

Pelatihan Guru Mengenai Materi Pengajaran Bahasa Inggris dari Ohana Foundation, USA

Minggu, 21 Maret 2010, APB bekerja sama dengan GBI Sukacita-ITHB, Bandung mengadakan training guru mengenai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Perkenalan serta Praktek Materi Training Bahasa Inggris dari Ohana Foundation, USA bertempat di kampus ITHB, Jl. Dipatiukur 80-84, Bandung. Training ini disampaikan oleh Ibu Maya Irana Tampubolon, M.Ed. dari GBI Pekanbaru. Ibu Maya saat ini menjalankan program pelatihan Bahasa Inggris menggunakan materi dari Ohana Foundation, USA untuk PAUD/TK/SD di Pekanbaru

 

Pendidikan kepada Anak Usia Dini (PAUD)

Ada 3 (tiga) jenis pendidikan untuk anak-anak, yaitu:

  1. Pendidikan Formal: TK, RA, Play Group
  2. Pendidikan Non Formal: PAUD, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), paket A, B, C, dan pelatihan skill
  3. Pendidikan In Formal: Home Schooling

Saat ini, pendirian PAUD di daerah-daerah sangat didukung dan digalakkan oleh pemerintah. Dukungan yang diberikan oleh pemerintah dapat berupa buku-buku atau materi, donasi dan pelatihan-pelatihan untuk tenaga pengajar.

Syarat pendirian PAUD diatur dalam UU Sisdiknas 62/2009, dengan ketentuan antara lain:

  1. Tempat belajar dapat menggunakan ruang ibadah, rumah, tenda atau kantor kelurahan.
  2. Jumlah anak didik minimal 20 orang dan maksimal 25 orang. Usia 2-4 tahun harus ada 10 anak dan usia 4-6 ada 10 anak.
  3. Memiliki tenaga pengajar/guru.

Pendidikan PAUD diarahkan ke hubungan sosial anak, bukan skill akademik. Sistem pengajaran harus disampaikan kepada anak tidak boleh secara paksa, melainkan belajar sambil bermain dengan melakukan pengulangan-pengulangan.
Pendirian PAUD hendaknya bekerjasama dengan orang tua anak maupun masyarakat sekitar, sehingga dana maupun keamanan dapat terjamin.

 

Materi Training Bahasa Inggris dari Ohana Foundation, USA

Training/pelatihan bahasa Inggris dari materi Ohana Foundation disampaikan dalam bentuk DVD dan workbook yang di kemas dengan sangat menarik bagi anak-anak dan mudah untuk dipelajari.
Melalui pembelajaran dengan menggunakan DVD ini, maka sangat memungkinkan bagi guru-guru yang kurang fasih berbicara bahasa Inggris untuk tetap dapat mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak.

 

Training Selanjutnya

Training dan praktek materi dari Ohana Foundation selanjutnya, akan diadakan pada tanggal 8 Mei 2010 pk. 09.00 di kampus ITHB, Bandung.
Untuk informasi selengkapnya mengenai training-training yang diadakan di lingkungan APB serta mengenai materi pengajaran Bahasa Inggris dari Ohana Foundation, hubungi Sekretariat APB dengan Sdri. Nurmi di 022-2506636, atau email: nurmi@ithb.ac.id

Daftar Pengurus Departemen Theologia dan Pendidikan BPH GBI Periode 2008-2012

NO

NAMA

JABATAN

 

PENGURUS INTI

 

1

Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, D.Th

Ketua Dept. Theologia dan Pendidikan

2

Pdt. Dr. Frans Pantan

Sekretaris

3

Pdm. Yoel Manalu, S.Th

Sekretaris 2

4

Ir. Ginny Miranti Susilo

Bendahara 2

5

Pdp. dr. Roy Budiarto Halim, Sp.B

Bendahara 1

6

Rode Rini, S.PAK

Administrasi

 

BIRO PENDIDIKAN UMUM

 

1

Ir. Samuel Tarigan, MBA

Biro Pendidikan Umum

2

Pdp. Dr. Roy Budiarto Halim, Sp.B

Ketua Sub Bidang Beasiswa dan Sinergi

3

Pdt. Wisnu Tri Oka, MBA,  DSM, MA

Ketua Sub Bidang Peningkatan Mutu

4

Pdt. Basirun Sirait, S.Th

Ketua Sub Bidang Keanggotaan dan Kesekretariatan

5

Pdt. Ricky N. Tampubolon

Ketua Sub Bidang Keanggotaan dan Kesekretariatan

 

BIRO PENDIDIKAN THEOLOGIA

 

1

Pdt. Dr. Gernaida Krisna, M.Th, D.Min

Kepala Biro Theologia

2

Pdm. Edi Soerjantoro, D.Th

Sekretaris Pendidikan Theologia

3

Pdt. Andreas Eko Nugroho, M.Th

Ketua sub Bidang Pendidikan Tinggi

4

Pdm. Andreas Budi, M.Th

Ketua Sub Bidang Media dan Litbang

5

Pdm. Andreas Rusmanto, D.Th

Ketua Sub Bidang Pengembangan Mutu

 

BIRO DIKLAT

 

1

Pdt. Hengky So, S.Th

Ketua Biro Diklat

2

Pdt. Purim Marbun, M.Th

Sekretaris Biro Diklat

 

BIRO BEC

 

1

Pdt. dr. Josafat . S. Mesach, MA

Ketua Biro BEC

Anggota APB yang ingin mencantumkan berita atau kegiatan sekolahnya

Shalom Bapak/Ibu, APB membuka kesempatan bagi seluruh anggota APB yang ingin mencantumkan berita atau kegiatan sekolahnya di website APB, dengan cara mengirimkan materi/bahan berita ke nurmi@ithb.ac.id.
 

Terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati
 

Asosiasi Pendidikan Bethel
Jl. Dipatiukur No. 80-84 Bandung
Tel: 022-2506636
Fax: 022-2507901
www.apb.or.id

MANFAAT REINFORCEMENT DALAM PEMBELAJARAN

Oleh Yudha Nata Saputra *
Kebiasaan yang jarang sekali dilakukan oleh guru di dalam kelas adalah memberikan reinforcement (penguatan) kepada siswa, jarang sekali kita mendengar guru mengatakan “bagus” atau mengacungkan jempol kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan yang dilontarkan.


Padahal salah satu kompetensi profesional yang harus dimiliki seorang guru adalah mampu membangkitkan motivasi belajar siswa dan reinforcement merupakan salah satu cara yang efektif untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Sumantri dan Permana (1999:274) menyebutkan beberapa tujuan yang bisa dicapai dari pemberian reinforcement yaitu 1) Membangkitkan motivasi belajar peserta didik, 2) Merangsang peserta didik berpikir lebih baik, 3) Menimbulkan perhatian perserta didik, 4) Menumbuhkan kemampuan berinisiatif secara pribadi, 5) Mengendalikan dan mengubah sikap negatif peserta didik dalam belajar ke arah perilaku yang mendukung belajar.


Secara umum reinforcement bermanfaat bagi siswa karena akan meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi belajar merupakan salah satu hal yang penting dalam belajar karena melalui motivasi maka seseorang akan mau untuk belajar. Bagaimana mekanisme tumbuhnya motivasi akibat reinforcement ? Maslow pernah mengatakan bahwa setiap manusia memiliki hirarkis kebutuhan dari mulai kebutuhan fisik, rasa aman, penghargaan, dicintai dan mencintai, aktualisasi diri, dan kebutuhan akan pengetahuan.


Sebenarnya reinforcement yang guru berikan merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan dihargai, dicintai bahkan sebagai salah satu bentuk bahwa subjek belajar telah berhasil membuktikan dirinya (aktualisasi diri), tentu saja ketika kebutuhan subjek belajar terpenuhi ini maka ia akan merasakan kepuasan yang akan mendorongnya untuk kembali melakukan hal yang sama.


Pengalaman di dalam kelas ketika salah seorang siswa yang nakal diberikan reinforcement karena siswa tersebut secara kebetulan bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan, menunjukkan perilaku kebiasaan berbuat onar ketika jam pelajaran menjadi berkurang bahkan siswa tersebut berbalik menjadi siswa yang aktif berpartisipasi ketika pertanyaan di lontarkan kepada seluruh siswa di kelas.


Dari contoh di atas, selain untuk membangkitkan motivasi, reinforcement juga berguna untuk mempertahankan perilaku yang diinginkan dari subjek belajar. Dalam sejarah teori belajar sendiri, reinforcement dipakai hampir di setiap aliran teori belajar, teori belajar behavioristik yang menekankan kepada stimulus dan respon, menggunakan reinforcement sebagai bentuk stimulus lanjutan untuk mempertahankan respon yang tepat, teori belajar psikologi humanistik juga menekankan pentingnya motivasi agar siswa bisa mengeluarkan potensi dalam dirinya.


Namun perlu diingat bahwa reinforcement yang kita berikan haruslah diberikan dalam situasi dan waktu yang tepat agar bisa efektif, terdapat beberapa situasi yang cocok dalam memberikan penguatan (Aunurrahman, 2009:130) yaitu : 1) Pada saat peserta didik menjawab pertanyaan, atau merespon stimulus guru atau peserta didik yang lain, 2) Pada saat peserta didik menyelesaikan PR, 3) Pada saat peserta didik mengerjakan tugas-tugas latihan, 4) Pada waktu perbaikan dan penyempurnaan tugas, 5) Pada saat penyelesaian tugas-tugas kelompok dan mandiri, 6) Pada saat membahas dan membagikan haisl-hasil latihan dan ulangan, 7) Pada saat situasi tertentu tatkala peserta didik mengikuti kegiatan secara sungguh-sungguh. Secara umum kita bisa mengatakan bahwa reinforcement yang tepat diberikan dalam situasi ketika individu tengah melakukan aktivitas belajarnya.


Kesimpulannya, dengan begitu banyaknya manfaat dari reinforcement dalam mendukung kegiatan pembelajaran di dalam kelas maka sudah seharusnya guru mulai membiasakan diri untuk memberikan reinforcement kepada siswa-siswinya yang telah menunjukkan satu prestasi dalam aktivitas belajar yang dilakukannya.


*) Penulis Sekretaris Prodi PAK STT Kharisma Bandung Sumber : harian Tribun Jabar, November 2009

Mengarahkan Anak untuk Meraih Hidup yang Maksimal

Setiap hari, milyaran orang bangun pagi, berangkat ke kantor, melakukan pekerjaannya, pulang ke rumah, bertemu dengan keluarga, tidur, dan melakukan rutinitas demikian hari demi hari selama bertahun-tahun. Sayangnya, banyak orang terjebak rutinitas tanpa memahami tujuan dan makna hidupnya dengan jelas. Ada orang yang berpandangan selama tidak menjadi menyusahkan orang lain, sudah cukup, atau dengan kata lain ‘hidup biasa-biasa’ saja. Mereka yang lebih ambisius bekerja lebih keras untuk mencapai sukses secara materi, jabatan maupun keluarga. Sebagian kecil orang yang lebih ambisius lagi berusaha mencapai kehidupan yang bermakna bagi orang lain dan kemanusiaan. Contohnya, Bill Gates dan Warren Buffet, orang-orang terkaya di dunia ini memberikan sebagian besar kekayaannya untuk tujuan-tujuan kemanusiaan seperti riset pemberantasan penyakit malaria dan kemajuan pendidikan.

 

Apakah tujuan dan makna hidup saya? Hidup biasa, sukses atau bermakna? Bagi orangtua sangat penting bisa menjawab pertanyaan fundamental ini sebelum kita bisa memberikan motivasi kepada anak-anak kita. Tanpa tujuan hidup yang jelas, bagaimana kita dapat mengarahkan mereka untuk sebuah hidup yang maksimal?

 

Alkitab berkata bahwa hidup kita harus memiliki makna yang kekal, jadi bukan hanya bermakna bagi orang lain, sukses apalagi biasa-biasa saja. Penulis best seller Rick Warren mengatakan ‘It’s not about you … it is about GOD’ … hidup bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk Tuhan! Segala sesuatu diciptakan oleh Allah dan untuk Allah untuk memuliakan Dia! (Kol 1:16, Rom 11:36). Di dalam Kristus kita hidup untuk tujuan yang kekal, yakni menghasilkan buah yang tetap dengan memberitakan Injil Kerajaan Allah dan keselamatan dalam Yesus Kristus kepada setiap orang melalui profesi dan panggilan kita masing-masing, termasuk melalui profesi ‘sekuler’.

 

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan orangtua untuk mengarahkan anaknya agar dapat hidup maksimal di dalam Tuhan:

  1. Definisikan visi dan misi hidup Anda sendiri, yakni bagaimana Allah akan memakai Anda secara khusus untuk memberkati kelompok masyarakat tertentu di sekitar kita dan memperkenalkan injil Kerajaan Allah kepada mereka.
  2. Jadilah teladan bagi anak Anda, dengan memberikan prioritas waktu dan perhatian tertinggi Anda untuk mencapai tujuan tersebut. Anak Anda akan dapat melihat apa yang kita lakukan bukan yang kita katakan.
  3. Jelaskan pada anak Anda bahwa makna hidup tertinggi adalah hidup bagi Tuhan dan kerajaan Allah. Di hadapan Tuhan, bekerja sekuler sama mulianya dengan hamba Tuhan full timer asal kita mendedikasikan hidup bagi Tuhan.
  4. Kenali talenta dan kesukaan (passion) anak. Tuhan menanamkan talenta dan passion di dalam diri mereka yang akan dipakai untuk suatu tujuan pekerjaan Tuhan.
  5. Buka wawasan anak mengenai berbagai macam profesi dan pekerjaan, dimulai dengan profesi dan pekerjaan orang tua.
  6. Bantu anak untuk mulai memikirkan dengan serius apa yang menjadi cita-cita profesi atau pekerjaan dan bagaimana mereka bisa melakukan misi Kerajaan Allah melaluinya.
  7. Berikan gambaran kepada anak, apa saja yang harus dilakukan sehingga visi tersebut dapat terlaksana. Seperti, pendidikan apa yang harus ditempuh, kegiatan-kegiatan apa yang bisa menunjang atau menghambat pencapaian visi tersebut.
  8. Bantu anak menuliskan target-target spesifik tahunan yang ingin dicapai. Target yang baik adalah SMART: Spesifik, Measurable (dapat diukur), Attainable (menantang), Realistic (dapat dicapai), Timebound (berbatas waktu).
  9. Bantu anak Anda menyusun target mingguan dan menyusun jadwal kegiatan mingguan untuk mencapai target tersebut. Dengan demikian mereka terlatih untuk menempatkan prioritas pada kegiatan yang menunjang pencapaian tujuan akhir (goal and result oriented).
  10. Berdoa bersama keluarga secara teratur, mohon Tuhan yang mengarahkan setiap langkah kehidupan kita. Lakukan evaluasi periodik atas pencapaian tujuan tersebut, misalnya dengan memanfaatkan waktu liburan keluarga.

Ingatlah perumpamaan hamba yang baik dan yang jahat (Mat 25). Meksipun kita tidak dituntut (tidak perlu) menjadi ‘hero’ atau pahlawan bagi Tuhan, kita tetap harus melakukan bagian kita secara maksimal. Perencanaan dan target kita adalah wujud komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi Dia. Akhirnya, serahkan segala rencana kita pada Tuhan, karena kita tetaplah hamba yang harus taat pada tuntunanNya. Kecuali Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah upaya kita. Tuhan memberkati.

Seminar Nasional Christian Education Development Program (CEDP)

Association of Christian Schools International (ACSI) mengundang anggota
APB untuk menghadiri Seminar Nasional Christian Education Development
Program (CEDP) pada tgl 16-17 Maret 2010 (Surabaya) dan 19-20 Maret 2010
(Jakarta), yang topiknya difokuskan pada Educational Leadership dengan
Keynote Speakers Dr. Joseph Beeson (Director of Internatioanl Comunity
School Singapore), Merry Clark (Director of Academic Services -
Association of Christian School International), Dr. Aristarkhus (Rector of
Krida Wacana University (UKRIDA)), dan Prof. Rolly Intan (Rector of Petra
Christian Univesity). Keterangan lebih lanjut lihat www.acsi.or.id.

Pada kesempatan ini, ACSI juga akan meluncurkan program akreditasi sekolah
Kristen yang struktur, sistem, dan prosesnya akan sangat membantu
pengembangan sekolah Kristen. Untuk itu kami mendorong agar Bapak/Ibu
dapat berpartisipasi dalam acara ini untuk juga bisa menjalin jejaring
dengan sekolah Kristen lainnya di Indonesia.

Khusus bagi anggota APB, ACSI menawarkan subsidi terbatas bagi mereka yang
tertarik dan mendaftar secara kolektif melalui Asosiasi Pendidikan Bethel
(APB). Adapun subsidi tersebut besarnya sampai 25% dari biaya partisipasi.

Untuk informasi dan pendaftaran dapat menghubungi Nurmiati di 022-2506636,
atau email: nurmi@ithb.ac.id, pendaftaran selambat-lambatnya sampai
tanggal 13 Maret 2010 untuk seminar di Surabaya, dan tgl 17 Maret 2010
untuk seminar di Jakarta.

Tuhan Yesus memberkati,

Nurmiati Turnip
nurmi@ithb.ac.id

Pendidikan Holistik Untuk Masa Depan Bangsa

Meskipun kita melihat berita-berita positif tentang Indonesia di tahun 2009 yang lalu, seperti pertumbuhan ekonomi yang positif di tengah krisis ekonomi dunia, kita masih bertanya-tanya apakah bangsa kita bisa kompetitif dan mampu bersaing secara global dalam jangka panjang, terutama menghadapi China atau India? Tampaknya, kita tidak terlalu percaya diri. Belakangan ini, para pengusaha Indonesia tengah panik karena berita akan segera diberlakukannya pasar bebas yang disinyalir mampu membunuh industri kita karena dilibas oleh produk-produk Cina yang murah.

 

Apakah anak-anak Tuhan perlu memikirkan dan turut memecahkan masalah ini? Jawabannya: YA! Kita harus jadi berkat bagi bangsa sebelum bisa membawa terang dan menjadi saksi. Apabila orang-orang Kristen turut membangun, maka masyarakat akan menjadi lebih terbuka terhadap orang-orang Kristen dan kabar baik yang dibawanya. “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu “ (Yer 29:7).

 

Kita semua sadar bahwa untuk mencapai kemajuan, bangsa kita harus berinvestasi dalam bidang pendidikan. Human Development Index (HDI) kita yang masih berada di urutan 111 dari 182 negara di tahun 2009 yang lalu akan dapat meningkat apabila kita memberikan perhatian dan segala sumber daya untuk mengembangkan dunia pendidikan.

 

Nah, pertanyaannya, investasi pendidikan yang bagaimana yang harus kita kembangkan? Tampaknya yang kita perlukan jauh lebih besar daripada sekedar gedung-gedung sekolah dan infrastruktur yang baru. Yang terutama kita butuhkan saat ini adalah sistem pendidikan yang bersifat holistik yang mencakup aspek intelektual, emosional dan spiritual. Sistem pendidikan kita yang ada saat ini masih cenderung parsial dan masih sangat kekurangan beberapa hal kunci berikut:

  1. Guru berkualitas yang bisa menjadi teladan dan dapat melakukan transfer of knowledge, transfer of faith dan bahkan transfer of life.
  2. Penanaman kepada anak didik tentang misi dalam hidup mereka dan panggilan Allah yang jelas untuk membawa terang kepada bangsa Indonesia melalui pilihan hidup mereka.
  3. Pengembangan kemampuan anak untuk melakukan perencanaan karir dan goal setting (memperkenalkan alternatif pilihan profesi untuk anak-anak didik kita).
  4. Fokus utama pada aspek kompetensi, karena selama ini masih banyak peserta didik yang hanya mengutamakan nilai dan ijazah.
  5. Pembentukan karakter Kristus baik di rumah, sekolah, gereja dan komunitas karena hal tersebut masih sering dianggap adalah bagian orangtua atau bagian gereja saja. Padahal anak didik akan kebingungan apabila mendengar pengajaran yang berbeda di rumah, gereja, sekolah, dan komunitas pergaulannya. Akibat pesan yang tidak kongruen, mereka akhirnya harus menentukan pilihan menerima satu pengajaran dan menolak yang lain.

Apa yang bisa kita lakukan? Sebagai orang tua Kristen, kita harus memahami bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan formal. Bagaimana caranya? Pertama, orang tua perlu mengupayakan agar beribadah bersama seluruh keluarga setiap hari agar dapat memperkenalkan Kristus pada anak sejak dini. Perlu diketahui bahwa sebagian besar orang percaya mengambil keputusan pada usia sebelum 18 tahun. Oleh karenanya jangan sampai kita lupa memastikan anak-anak kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

 

Selanjutnya, orangtua juga harus menyediakan waktu secara khusus untuk memotivasi anak. Bukan hanya mengecek apakah ia sudah makan , sudah mandi dan mengerjakan PR . Ada banyak hal yang bisa dilakukan orangtua, misalnya menggunakan waktu makan malam bersama untuk memberikan motivasi dan memberikan pengertian tentang pilihan-pilihan karir atau profesi bagi anak, dan menolong mereka agar mampu menerjemahkan cita-cita mereka menjadi sebuah rencana, yang diwujudkan dalam pemilihan jalur studi dan karir yang jelas dan konsisten.

 

Lebih penting lagi, orang tua perlu menjelaskan bahwa apapun yang dilakukan dan akan dicapai oleh anak-anak kita kelak, semuanya harus diarahkan untuk memenuhi peran kita yakni sebagai “imamat rajani yang memberitakan kabar baik” (I Pet 2:9). Artinya, karir, bisnis, pelayanan atau profesi apapun yang mereka pilh nanti harus digunakan untuk melayani Tuhan dengan membawa terang kepada bangsa Indonesia yang ditutupi kegelapan. Dan oleh karenanya, mereka harus sungguh-sungguh belajar, bukan sekedar agar berhasil dalam karir dan/atau memperbaiki bangsa, tetapi agar kelak memperoleh hadiah kekal dari Bapa di surga.

 
 

Ir. Samuel Tarigan, MBA

Dukung dalam Doa

PG/TK Generasi Harapan

Jl. Cut Mutia Ruko Cut Meutia Plaza Blok A3 No. 8-10 Bekasi
Telp: 021-88350661
Beberapa Minggu yang lalu mengalami kebakaran.
Mari bantu saudara kita dalam doa, agar semua kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.

Dibutuhkan Tenaga Pengajar

Sekolah Rehoboth Kids

Membutuhkan tenaga pengajar PG/TKDengan syarat sbb:

  1. Beragama Kristen
  2. Wanita
  3. Cinta anak-anak
  4. Pendidikan min. S1
  5. Mampu berbahasa inggris

Jika berminat, segera menghubungi Bpk. Purwanto Susetyo di
Jl. Mayjend Sungkono 142-143 Surabaya
Telp: 031-5624360
Email: purwantosusetyo@yahoo.co.id