Seminar Teologi GBI-BPD Jawa Barat, Cahaya Garuda Convention Hall, 09 Juni 2014

Efesus  4:14 …sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,..

Ayat ini menjadi dasar pijakan bagi BPD Jabar untuk mengajak para Hamba Tuhan dan Jemaat di lingkungan GBI, yang sekarang-sekarang ini sedang menghadapi pergumulan ditengah perkembangan jemaat GBI yang semakin pesat. Melihat fenomena tersebut, maka bidang Teologia dan Pendidikan BPD Jabar bekerja sama dengan Departemen Teologia BPH GBI memandang perlu untuk membahas bersama-sama persoalan-persoalan sekitar pengajaran-pengajaran tersebut.

Seminar  ini dibuka oleh Pdt. Sutadi Rusli sebagai Ketua BPD Jabar GBI. Dalam sambutannya, beliau menekankan perlunya BPD memfasilitasi pergumulan gereja-gereja dikalangan GBI dalam menghadapi ajaran-ajaran yang tidak sehat.

Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, D.Th sebagai pembicara pertama, mengatakan: “agar seseorang bisa mengenali dan menangkal rupa-rupa angin pengajaran yang salah, dia harus lebih dahulu memahami ajaran yang benar, yang sesuai dengan apa yang Alkitab katakan. Doktrin Alkitab perlu dikaji dan disusun secara sistematis sehingga orang percaya semakin diteguhkan dan semakin bertumbuh terlebih lagi memiliki keinginan untuk membagikan ajaran yang benar kepada Jemaat.

Materi yang dibahas dalam seminar ini, yaitu: Keselamatan dan Akhir Zaman (Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham), Roh Kudus dan Ajaran Sesat (Pdt.Dr.Japarlin Marbun).

Dalam uraian tentang Keselamatan, Pdt. Dr. Adi Abraham, D.Th. membandingkan ajaran Calvinisme dan Armenian, namun dengan bijak beliau mengajak para Jemaat untuk menyadari bahwa semua ajaran ada plus minusnya, yang penting harus seimbang, dan mau belajar. Pengakuan Iman GBI yang telah digumuli oleh para pendiri GBI hendaknya dijadikan dasar pelayanan dan pengajaran.

Point penting dari seminar ini adalah :

  1. GBI percaya akan keselamatan kekal yang terjamin pasti dalam Kristus, tetapi jaminan keselamatan itu kondisional (bersyarat). Syaratnya tinggal di dalam Kristus.
  2. GBI percaya tidak ada kesempatan keselamatan setelah kematian, karena orang mati akan dihakimi bukan diinjili (Ibr 9:27).
  3. GBI meyakini bahwa tanda awal yang menyertai orang yang dibaptis dengan Roh Kudus adalah karunia Tuhan.
  4.  GBI percaya bahwa Roh Kudus melakukan pengilhaman tulisan Alkitab (inspiration) dan penerangan (illumination) untuk memahaminya saat ini.
  5. GBI mengakui Tuhan Yesus akan turun dari sorga untuk membangkitkan semua umat-Nya yang telah mati dan mengangkat semua umat-Nya yang masih hidup lalu bersama-sama bertemu degan Dia di udara,kemudian akan datang kembali bersama orang kudus-Nya untuk mendiriikan kerajaan seribu tahun di bumi ini.
  6. GBI menganut pandangan premillenium karena menerima tafsiran literal yang menyatakan bahwa kerajaan Millenium itu bukan hanya simbol tapi akan terjadi secara nyata di bumi ini, dimana Kristus sendiri akan memerintah sebagai Raja.

 

 

1

 

2