Setiap orang akan selalu dihadapkan kepada berbagai situasi, mulaidari yang menyenangkan sampai dengan yang menyedihkan. Sikap dan respon kita atas situasi tersebut akan menentukan apakah kita akan mendapat keuntungan atau kerugian darinya. Jika kita bersikap tepat, positif dan bijaksana, situasi seburuk apapun dapat membawa kebaikan bagi kita. Firman Tuhan menyatakan dalam Roma 8:28:“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Sebaliknya, sikap negatif, pesimis dan tidak percaya akan membawa kehancuran karena kita akan menjadi lumpuh tidak berdaya.

 

Kemampuan dan keterampilan seseorang untuk menguasai pikiran dan hatinya, beradaptasi, bereaksi dan berperilaku positif dalam menghadapi tuntutan atau tantangan dalam istilah populer sering disebut dengan life skills. Sebagaimana keterampilan lainnya, kemampuan ini harus dibentuk dan dilatih agar dapat berkembang. Sebagai pendidik, setiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk membantu anak-anak mereka mengembangan kemampuan tersebut.

 

UNESCO dan UNICEF telah menjabarkan Life Skill yang perlu dikembangkan sejak dini baik di sekolah maupun di rumah, beberapa yang utama di antaranya:

 

1. Keterampilan komunikasi dan interpersonal, yaitu:

  • Keterampilan komunikasi baik verbal maupun non verbal, mendengar dengan aktif serta mampu mengekspresikan perasaan serta mampu memberi dan menerima feedback dengan sikap positif.
  • Kemampuan mengendalikan situasi dalam suatu negosiasi dan konflik, asertif serta dapat mengatakan tidak tanpa harus mengorbankan suatu hubungan.
  • Bersikap empati, mendengar dan mengerti kebutuhan dan masalah orang lain serta dapat mengekspresikannya.
  • Dapat bekerjasama dan bekerja dalam tim, menghormati kontribusi dan cara orang lain yang berbeda serta dapat menggali kemampuannya sendiri sehingga dapat memberikan kontribusi yang berarti kepada kelompok.
  • Keterampilan memberikan pengaruh yang positif dan motivasi kepada orang di sekitar serta terampil dalam membangun jaringan.

2. Mengambil keputusan dan berpikir kritis, yaitu:

  • Terampil menggali informasi yang diperlukan dan mampu mengidentifikasi informasi yang relevan dan sumber informasi yang dapat dipercaya, mampu mengevaluasi akibat yang dapat terjadi di masa depan atas keputusan ataupun perbuatan yang kita atau orang lain, dapat menentukan solusi alternatif suatu masalah serta memiliki kemampuan analisis mengenai pengaruh nilai dan sikap kita atau orang lain terhadap motivasi.
  • Berpikir kritis dalam menganalisa bagaimana dan seberapa besar pengaruh orang-orang di sekitar kita dan media, serta mampu menganalisa sikap, nilai, norma sosial dan kepercayaan juga faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut.

3. Keterampilan mengatur dan mengendalikan diri sendiri, yaitu:

  • Keterampilan untuk meningkatkan focus kontrol internal, dengan kepercayaan diri, kesadaran akan kemampuan, hak-hak, nilai, sikap, kekuatan dan kelemahan diri sendiri, mampu menyusun tujuan hidup, keterampilan mengevaluasi dan memonitor diri sendiri.
  • Keterampilan manajeman perasaan, mengendalikan amarah, bagaimana menghadapi kesedihan dan kegelisahan, bagaimana menghadapi kehilangan, trauma dan kekerasan.
  • Manajemen stress dengan manajemen waktu, berpikir positif serta teknik relaksasi

Daftar yang panjang di atas tentu bukan dibuat untuk membuat orang tua frustrasi karena tuntutan yang demikian besar, tetapi untuk menjadi semacam ‘check list’ yang membantu kita mengembangkan kemampuan tersebut langkah demi langkah (tidak sekaligus).Sehingga, yang lebih penting bagi kita sekarang adalah menyusun rencana pendidikan di rumah dan cara-cara yang efektif untuk anak-anak kita. Ada beberapa keterampilan yang akan bisa dikembangkan melalui keteladanan, tetapi ada juga yang memerlukan penjelasan dan praktek latihan. Artikel berikutnya akan membahas beberapa contoh cara dan metode yang bisa dilakukan untuk hal di atas.

 

Kita harus menyadari bahwa di atas segalanya kita perlu mengandalkan Tuhan dan pertolongan Roh Kudus agar kita diberikan hikmat dan kekuatan melakukan tanggung jawab pendidikan bagi generasi penerus yang Tuhan percayakan bagi kita.